Sebelimbingan Cup 2026 Gratis, Camat Kota Bangun Minta Klub Prioritaskan Pemain Lokal

Flayer Open Turnamen Sepakbola Sebelimbingan 2026 (Dok. Pemerintah Kecamatan Kota Bangun)
Flayer Open Turnamen Sepakbola Sebelimbingan 2026 (Dok. Pemerintah Kecamatan Kota Bangun)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Open Turnamen Sepak Bola Sebelimbingan Cup 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan potensi pesepak bola lokal. Selain digelar tanpa biaya pendaftaran, turnamen ini diharapkan memberikan kesempatan kepada atlet dari desa-desa setempat untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.

Camat Kota Bangun, Abdul Karim, mengapresiasi pemerintah desa dan panitia penyelenggara yang telah menggagas turnamen tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang mendukung pembiayaan kegiatan melalui aspirasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar).

Read More
banner 300x250

Menurutnya, turnamen sepak bola antarklub desa perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keterlibatan pemain lokal. Dengan begitu, penyelenggaraan kompetisi tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan olahraga di wilayah setempat.

“Harapannya, liga desa ini betul-betul membina pesepak bola lokal. Jangan sampai klub justru mendatangkan satu tim penuh dari luar sehingga pemain-pemain lokal hanya menjadi penonton,” ujarnya Rabu (14/10/2026).

Abdul Karim memahami bahwa penggunaan pemain dari luar daerah tetap diperlukan untuk memperkuat tim. Namun, ia berharap setiap klub tetap melibatkan pemain yang berasal dari desa atau wilayah yang diwakilinya.

Menurut dia, pemain dari luar dapat menjadi pendukung bagi atlet lokal untuk meningkatkan kualitas permainan. Dengan adanya kesempatan bertanding, para pemain daerah diharapkan mampu mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman kompetisi.

Ia mencontohkan, klub yang mewakili Desa Sebelimbingan sebaiknya tetap diperkuat pemain asal desa tersebut. Prinsip serupa juga perlu diterapkan pada klub yang mewakili desa lainnya di Kecamatan Kota Bangun.

“Yang diutamakan tetap pemain lokal. Harapannya, atlet-atlet di desa tidak hanya menonton, tetapi ikut bermain dan mengembangkan kemampuannya,” katanya.

Abdul Karim juga berharap Sebelimbingan Cup dapat kembali berlangsung secara rutin setiap tahun. Turnamen tersebut sebelumnya sempat terkendala pandemi COVID-19 dan banjir. Sementara itu, turnamen di Desa Liang disebut telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kukar, Rita Agustina, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Sebelimbingan Cup 2026.

Ia menjelaskan, dukungan Dispora terhadap kegiatan tersebut bersumber dari aspirasi melalui kegiatan pokok-pokok pikiran (pokir), berupa fasilitasi kebutuhan wasit dan hadiah pertandingan.

Dispora berharap turnamen ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarmasyarakat, tetapi juga menjadi sarana menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama desa maupun Kecamatan Kota Bangun.

Pembukaan Sebelimbingan Cup 2026 direncanakan berlangsung pada 25 Oktober 2026, sepanjang tidak ada perubahan jadwal.

“Melalui kompetisi tersebut, pembinaan sepak bola di tingkat desa diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi,” pungkasnya. (Ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *