Rumah Pendidikan Hadirkan 4.000 Konten, Bantu Guru Siapkan Pembelajaran di Tengah Keterbatasan Waktu

banner 468x60

JAKARTA, LINGKARKALTIM: Menyiapkan media pembelajaran di tengah jadwal mengajar yang padat bukan perkara mudah bagi guru. Padahal, sejumlah materi membutuhkan ilustrasi dan pengalaman visual agar lebih mudah dipahami murid. Kebutuhan ini semakin relevan ketika sekolah mulai memanfaatkan Interactive Flat Panel/Papan Interaktif Digital (IFP/PID), yang akan lebih berguna jika didukung sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan sekitar 4.000 sumber belajar yang dapat dipilih guru sesuai kebutuhan kelas. Namun, tidak semua guru dan murid sudah mengenal platform ini. Kegiatan Sapa Sekolah 2026 di SMA Negeri 80 Jakarta menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk mengenal dan mencoba langsung layanan yang ada di platform tersebut.

Read More
banner 300x250

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Iis Budiana, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan transformasi digital bukan semata-mata tentang penggunaan perangkat atau jaringan internet. Teknologi perlu membantu guru mengajar dengan lebih baik dan murid belajar dengan lebih bermakna. “Keberhasilan digitalisasi pembelajaran bukan diukur dari seberapa banyak aplikasi yang kita gunakan, melainkan dari seberapa besar teknologi tersebut membantu guru mengajar dengan lebih baik dan membantu peserta didik belajar dengan lebih bermakna,” ujar Iis.

Kepala Bidang Tata Kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Transformasi Digital, Agus Triarso, menjelaskan bahwa Rumah Pendidikan berkembang melalui kontribusi penyedia konten, guru, dan masyarakat. Sejumlah mitra menyumbangkan materi yang sebelumnya dipasarkan secara komersial, termasuk PesonaEdu dan Assemblr Edu. Guru juga dapat mengajukan video pembelajaran hasil karya sendiri, dengan setiap konten harus melewati proses kurasi sebelum ditayangkan. “Rumah Pendidikan itu bukan miliknya Pusdatin atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saja, tetapi milik semuanya,” kata Agus.

Melalui Sapa Sekolah 2026, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen mengenalkan pemanfaatan Rumah Pendidikan kepada guru dan murid di lima wilayah DKI Jakarta. Mengusung tema “Hari Belajar Lebih Menyenangkan dengan Ruang Murid”, kegiatan ini mencakup simulasi rekomendasi pembelajaran bagi guru serta eksplorasi laboratorium maya dan permainan edukasi bagi murid.

Bagi pihak SMA Negeri 80 Jakarta, salah satu kebutuhan yang ingin dijawab adalah keterbatasan waktu guru dalam menyiapkan media ajar. Kepala sekolah, Satya Winarah, menjelaskan bahwa sebagian guru memiliki beban mengajar hingga 35 jam pelajaran atau lebih. Dengan jadwal yang padat, guru membutuhkan pilihan materi yang dapat digunakan tanpa harus selalu membuat media ajar dari awal.

Sekolah tersebut memiliki dua unit IFP yang digunakan bergantian oleh guru. Satya mengatakan perangkat itu dimanfaatkan dalam pembelajaran dari Senin hingga Jumat. Ia juga ingin guru-guru yang memiliki karya pembelajaran dapat ikut berkontribusi di Rumah Pendidikan sehingga materi mereka berpeluang dimanfaatkan oleh guru dari sekolah lain.

Kebutuhan akan media visual juga dirasakan Turmiati, guru Kimia di SMA Negeri 80 Jakarta. Menurutnya, materi pembelajaran seperti bentuk molekul dan reaksi kimia cukup abstrak sehingga membutuhkan animasi atau ilustrasi untuk membantu murid membayangkan konsep yang dipelajari. Selama ini, ia lebih sering mencari materi pendukung melalui platform YouTube. Ia berharap konten di Rumah Pendidikan dapat menjadi bahan yang membantu menjelaskan materi tersebut secara tepat, jelas dan terpercaya.

Di Tengah Tren AI, Ruang Murid Jadi Teman Belajar dan Inspirasi Guru

Dari sisi murid, Muhammad Raskha Aqila, siswa kelas XI D, tertarik pada fitur belajar yang interaktif. Setelah mengikuti pengenalan Ruang Murid, ia menilai permainan edukasi dan materi interaktif dapat membantu memahami pelajaran secara lebih menyeluruh.

“Kalau ada aplikasi kayak gini yang interaktif, enakan ini sih. Lebih interaktif dan memberikan pemahaman secara keseluruhan, tidak hanya per jawaban seperti AI,” ujar Raska.

Pendapat serupa disampaikan Eunike Serafina Orlin, siswa kelas XI yang akrab disapa Unik. Dalam kegiatan Sapa Sekolah 2026 tersebut, ia mencoba membaca materi serta mengerjakan latihan soal Ekonomi dan Geografi dari fitur Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan. Menurutnya, materi bergambar dan latihan interaktif membantu proses belajar. Ia berencana menggunakan Rumah Pendidikan untuk persiapan ujian akhir semester, sekaligus mengeksplorasi mata pelajaran lain di luar jurusannya, termasuk Fisika.

Pengalaman para peserta memperlihatkan kebutuhan yang berbeda: guru memerlukan sumber belajar yang praktis untuk mendukung persiapan mengajar, sementara murid mencari materi yang membantu mereka memahami pelajaran dengan cara yang lebih menarik. Melalui Kegiatan Sapa Sekolah 2026, Kemendikdasmen mendorong agar Rumah Pendidikan tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi mulai dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

 

(Sumber: kemendikdasmen.go.id)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *