KUKAR, LINGKARKALTIM: Korsleting listrik diduga menjadi pemicu kebakaran hebat di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam. Peristiwa tragis tersebut menewaskan dua anak dan menghanguskan 11 bangunan.
Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi menjelaskan, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada meteran listrik di rumah Hamri Noor. Berdasarkan keterangan saksi, Basuki, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah dibangunkan tetangga yang memberitahukan adanya kebakaran di rumah Hamri.
“Saat tiba di lokasi, Basuki melihat meteran listrik rumah tersebut terbakar. Ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dalam ember. Namun, api telanjur membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya.
Di tengah kepanikan, istri Hamri Noor, Maratus Salehah, berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Hamri berusaha mencari dan menyelamatkan anak-anaknya, Ali, 7 tahun, dan Husin, 3 tahun. Namun, keduanya tidak berhasil diselamatkan, sementara Hamri keluar dari rumah dengan mengalami luka bakar.
Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut terbuat dari kayu. Kondisi itu diduga membuat api cepat menjalar dan melalap sejumlah rumah warga, bangunan sewaan, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang.
“Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar bersama relawan berhasil memadamkan api sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu (14/10/2026),” sebutnya.
Setelah itu, petugas melakukan pencarian terhadap kedua anak yang masih berada di dalam rumah. Keduanya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 03.28 WITA.
AKP Nahrawi menyebutkan, penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik di rumah Hamri Noor.
“Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Kukar akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 bangunan terbakar, dua anak meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka bakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar. (Ahk)










