SMPN 9 Tenggarong Capai Progres 95 Persen Menuju Sekolah Rujukan Google

Kepala SMPN 9 Tenggarong, Etik Setijawati.(Far/Lingkarkaltim)
Kepala SMPN 9 Tenggarong, Etik Setijawati.(Far/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SMP Negeri 9 Tenggarong, yang berlokasi di Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus mempersiapkan diri menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Hingga Oktober 2026, progres pemenuhan persyaratan program tersebut telah mencapai lebih dari 95 persen.

Kepala SMPN 9 Tenggarong, Etik Setijawati, mengatakan masih terdapat sejumlah persyaratan yang perlu diselesaikan sebelum sekolah tersebut memperoleh verifikasi pada 2026.

Read More
banner 300x250

“Kami tinggal menunggu respons orang tua terkait pembelajaran berbasis Google ini, apakah membantu atau justru sebaliknya,” ujar Etik kepada lingkarkaltim.com di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Etik, salah satu kendala yang dihadapi sekolah adalah menentukan jadwal sosialisasi kepada orang tua siswa. Kesibukan masing-masing orang tua membuat pihak sekolah kesulitan mencari waktu yang sesuai untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sulit menjadwalkan sosialisasi karena pihak orang tua belum bisa mengosongkan waktu untuk kegiatan ini,” jelasnya.

Selain kendala sosialisasi, Etik mengungkapkan bahwa sekolah masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran digital, terutama Chromebook dan televisi digital yang mengalami kerusakan.

Ia menyebutkan, dari total 280 unit Chromebook yang dimiliki sekolah, sekitar 90 unit di antaranya mengalami kerusakan. Meski demikian, kondisi tersebut belum terlalu menghambat pelaksanaan pembelajaran.

“Di SMPN 9 Tenggarong, dari 280 unit Chromebook, ada sekitar 90 unit yang rusak, tetapi tidak terlalu mengganggu pembelajaran,” tuturnya.

Untuk menyiasati keterbatasan perangkat, siswa menggunakan Chromebook secara berkelompok. Satu unit perangkat dapat digunakan oleh dua hingga tiga siswa. Menurut Etik, metode tersebut tetap memungkinkan pembelajaran berlangsung.

“Satu unit Chromebook bisa digunakan dua hingga tiga anak,” katanya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran digital, para guru juga mengoptimalkan penggunaan berbagai aplikasi Google, seperti Google Classroom dan Google Meet, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Etik menegaskan, upaya menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh predikat, tetapi juga memastikan siswa mendapatkan manfaat nyata dari penerapan pembelajaran berbasis digital.

Ia berharap proses verifikasi dapat segera diselesaikan serta seluruh pihak, mulai dari guru, siswa hingga orang tua, dapat bekerja sama dalam mendukung keberlangsungan program tersebut.

“Harapan saya, semoga segera terverifikasi dalam program KSRG ini. Guru, murid, serta orang tua diharapkan mampu bekerja sama demi keberlangsungan program tersebut,” pungkasnya.(ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *