KUKAR, LINGKARKALTIM: Proses pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dimulai hari ini, Jumat (17/7/2026).
Korban bernama Hasriarto (37), warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, dilaporkan belum kembali setelah pergi memancing seorang diri sejak Rabu sore (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Titik terang hilangnya korban mulai muncul pada Kamis (16/7/2026), ketika nelayan setempat menemukan sebuah kapal dalam kondisi setengah tenggelam di perairan Muara Berau. Setelah diperiksa berdasarkan ciri-ciri fisiknya, pihak keluarga dan warga meyakini kuat bahwa kapal tersebut adalah milik Hasriarto.
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat medis kejang secara tiba-tiba. Meski begitu, penyebab pasti kecelakaan air ini masih belum bisa disimpulkan dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Informasinya, hari Rabu pergi melaut. Nah, hari Kamis ditemukan kapalnya. Laporannya baru masuk ke Kapolsek tadi malam, sehingga proses pencarian baru bisa kami mulai hari ini,” ujar Hamdi, anggota Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak, Jumat (17/7/2026).
Upaya pencarian awal telah digerakkan sejak pukul 09.00 WITA dengan mengandalkan armada speedboat dan kapal nelayan. Tim gabungan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ada Damkarmatan Pos Sektor Muara Badak, TNI AL Muara Badak, Polsek Muara Badak, Komunitas Anak Ikan, Warga dan Nelayan Setempat
Untuk memperkuat pergerakan, Tim SAR dari Basarnas Sangatta bersama relawan Mubasigana Muara Badak juga dijadwalkan tiba siang ini guna memperluas area penyisiran.
Hamdi menjelaskan strategi operasi penyelamatan kali ini dibagi menjadi dua metode demi memaksimalkan hasil di lapangan.
“Jadi pencariannya dibagi dua. Satu tim melakukan penyisiran di wilayah pesisir, dan satu tim lagi fokus mencari di wilayah laut sekitar Muara Berau. Kami juga sudah mengantongi titik koordinat penemuan kapal untuk memetakan arah pencarian,” pungkas Hamdi.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian. (Dil)










