KUKAR, LINGKARKALTIM: Ribuan hewan kurban di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah dipasangi label sehat oleh petugas veteriner menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, sebanyak 6.261 ekor sapi, 825 ekor kambing, dan 3 ekor kerbau telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas di lapangan.
Plt. Kepala Distanak Kukar, Rifani menjelaskan bahwa label sehat hanya diberikan kepada hewan yang telah lolos pemeriksaan menyeluruh dari petugas veteriner.
“Kalau hewan tidak sehat tentu tidak kita keluarkan label sehatnya, sehingga tidak boleh dijual untuk kurban,” ucap dia, Sabtu (23/5/2026).
Ia menerangkan, pemeriksaan kesehatan hewan telah dilakukan secara bertahap sejak sekitar satu bulan terakhir.
Pengawasan dilakukan melalui lima pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang menjangkau 20 kecamatan di Kukar.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik secara detail terhadap hewan kurban, mulai dari kondisi tubuh, kesehatan umum, hingga memastikan tidak ada gejala penyakit maupun cacat fisik yang dapat memengaruhi kelayakan hewan untuk dikurbankan.
“Petugas memastikan tidak ada gejala penyakit,” terang Rifani.
Saat ini, pemeriksaan masih difokuskan di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Tenggarong sebelum nantinya dilakukan penandaan simbolis oleh Pemkab Kukar.
Di tengah tingginya mobilitas distribusi hewan kurban menjelang Iduladha, Distanak Kukar mengakui pengawasan tahun ini cukup menantang.
Salah satu kendala utama adalah keterbatasan jumlah dokter hewan yang dimiliki daerah.
“Memang tantangan kita keterbatasan dokter hewan, tapi pemeriksaan tetap berjalan dengan bantuan tenaga medik veteriner yang ada,” tuturnya.
Selain memastikan kesehatan hewan, Distanak Kukar juga terus memantau ketersediaan stok ternak hingga mendekati Hari Raya Kurban.
Rifani menyebut bahwa saat ini pasokan hewan kurban di Kukar masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia mengungkapkan, Sebagian besar hewan kurban berasal dari peternak lokal di Kukar.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan tambahan, sejumlah hewan juga ada yang didatangkan dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia mengatakan, wilayah pesisir seperti di Kecamatan Samboja menjadi salah satu titik pemeriksaan terbesar karena menjadi jalur distribusi hewan kurban menuju sejumlah daerah lain di sekitar Kukar.
Hingga saat ini, Distanak Kukar memastikan belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang telah diperiksa petugas.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir memilih hewan kurban,” pungkas Rifani. (ASR)










