KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mematangkan pengelolaan Pasar Tangga Arung sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di Tenggarong.
Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem parkir elektronik yang terintegrasi dengan upaya penataan kawasan pasar serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan bahwa konsep parkir di Pasar Tangga Arung dirancang untuk terpusat di dalam area pasar.
Hal tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
“Kita mengutamakan orang parkir di dalam pasar. Selain agar tidak mengganggu arus lalu lintas, juga supaya aman, karena di dalam ini lebih terkontrol,” ujar dia pada Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, parkir di luar kawasan pasar tidak direkomendasikan. Pasalnya, area di luar pasar merupakan ruang lalu lintas umum yang tidak diperuntukkan bagi parkir kendaraan.
“Di luar itu kan jalur lalu lintas, bagaimanapun tidak boleh ada parkir di luar. Ruang parkir kita ini sangat luas, ada di lantai satu, ada di lantai dua, kapasitasnya luar biasa besar,” kata Fathullah.
Disperindag Kukar juga akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk menertibkan parkir liar maupun aktivitas yang masih tersebar di pinggir-pinggir kawasan pasar.
Dia menyebut bahwa itu menjadi bagian dari penataan kawasan agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terpusat dan tertib di dalam pasar.
Selain aspek ketertiban, penerapan sistem parkir elektronik juga diarahkan untuk mendukung peningkatan PAD Kukar.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang dinamis, Disperindag berupaya menjadikan sektor pasar sebagai salah satu penyumbang PAD yang signifikan.
“Sekaligus kita ingin meningkatkan PAD kita. Di tengah kondisi fiskal yang lagi tidak menentu, Disperindag berupaya bagaimana pasar ini bisa menyumbang PAD yang signifikan,” tegasnya.
Fathullah mengungkapkan capaian PAD dari sektor pasar sepanjang tahun 2025 pun sangat memuaskan.
Pada awalnya target retribusi pasar yang dibebankan kepada Disperindag Kukar hanya sebesar Rp800 juta. Namun, hingga Desember 2025, realisasi justru melonjak tajam.
“Alhamdulillah, di Desember ini kita melebihi target. Dari target Rp800 juta, realisasi retribusi pasar kita mencapai Rp1,6 miliar,” ungkap dia.
Dengan beroperasinya Pasar Tangga Arung secara penuh, Disperindag Kukar optimistis kontribusi PAD dari sektor pasar akan semakin meningkat.
“Kemarin saja tanpa Tangga Arung kita sudah bisa 1,6 miliar. Dengan adanya Tangga Arung ini, saya yakin 2 miliar ke atas itu bisa kita lampaui,” tutur Fathullah.
Menurutnya, besarnya kapasitas pasar, jumlah pedagang yang semakin banyak, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi modal utama untuk mendongkrak PAD daerah.
Disperindag Kukar pun berkomitmen terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan pasar, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun digitalisasi.
“Ini luar biasa, karena pasarnya besar, pedagang kita juga tumbuh dan berkembang. Insya Allah kita optimis,” tutupnya. (ASR)










