KUKAR, LINGKARKALTIM: Harga kacang tanah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Komoditas ini tercatat naik hingga mencapai Rp38 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya yang berkisar Rp20 ribu per kilogram.
Kenaikan hampir dua kali lipat ini menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar.
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, kenaikan harga dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari berkurangnya pasokan di tingkat distributor hingga meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha, terutama menjelang musim liburan akhir tahun.
Kondisi cuaca yang kurang stabil juga disebut memengaruhi produksi petani di beberapa wilayah.
“Kami memantau kenaikan harga ini sejak awal pekan. Kacang tanah memang mengalami lonjakan cukup drastis dari Rp20 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram,” kata Sayid Fathullah.
Ia menyampaikan bahwa Disperindag Kukar terus melakukan koordinasi dengan distributor dan pedagang untuk memastikan pasokan tetap tersedia.
Meskipun harga naik, ia menegaskan tidak terjadi kelangkaan barang di pasar tradisional maupun pasar kecamatan.
Menurutnya, pola kenaikan harga kacang tanah seperti ini pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama ketika sejumlah daerah sentra produksi mengalami penurunan hasil panen. Namun, lonjakan kali ini terbilang lebih tinggi dibanding kondisi normal.
“Ini bagian dari siklus tahunan, namun memang kenaikannya cukup menonjol kali ini. Kita tetap menjaga agar pasokan aman sehingga harga tidak terus meroket,” jelasnya.
Selain itu, Disperindag juga mendorong pedagang untuk tidak melakukan penahanan stok yang berpotensi memicu spekulasi harga.
Pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan pergerakan harga berjalan wajar dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan sektor pertanian untuk mendorong peningkatan produksi kacang tanah lokal sebagai langkah jangka panjang. Dengan memperkuat produksi daerah, diharapkan ketergantungan pada pasokan luar Kukar dapat ditekan.
“Jika produksi lokal menguat, gejolak harga bisa diminimalkan. Ini penting agar masyarakat mendapatkan harga yang lebih stabil,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Pihaknya memastikan pemantauan harga dilakukan secara rutin, terutama memasuki akhir tahun, guna mencegah lonjakan di komoditas lainnya.
“Kami akan terus melakukan monitoring intensif. Semoga harga bisa kembali stabil dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Adv/Kik)










