BNN Kaltim Dorong Sinergi Multipihak Perangi Narkoba di Kukar

Sosialisasi pencegahan bahaya Narkotika di STT Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Sosialisasi pencegahan bahaya Narkotika di STT Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya memerangi penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Kutai Kartanegara (Kukar) membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kaltim, sekaligus Penyuluh Narkoba Ahli Madya, Dra. Risma Togi Marito Silalahi.

Read More
banner 300x250

Risma menegaskan bahwa BNN tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di daerah.

Ia mengatakan bahwa perlu sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pihak swasta.

“Yang kami inginkan adalah kolaborasi atau sinergitas dengan OPD, pihak swasta melalui CSR-nya, juga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Semua harus bersama-sama dalam program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika,” ujar dia usai sosialisasi bahaya narkotika bersama GAMKI Kukar di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tenggarong, Senin (4/11/2025).

Selain pencegahan, ia juga menekankan pentingnya aspek pemberdayaan dan rehabilitasi masyarakat.

Menurutnya, BNN tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk pulih dan kembali produktif.

Salah satu upaya nyata adalah melalui Balai Rehabilitasi Tanah Merah, yang menjadi tempat pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa di Balai Rehabilitasi Tanah Merah, seluruh proses rehabilitasi dibiayai oleh negara. Jadi gratis. Ini penting untuk dikampanyekan supaya masyarakat tidak takut untuk direhabilitasi kalau sudah terlanjur menggunakan,” kata Risma.

Namun, dia menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi fokus utama. Edukasi dan kampanye bahaya narkoba harus terus digencarkan, terutama kepada kalangan muda.

“Yang lebih baik adalah pencegahan, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” sebutnya.

Risma berpesan agar menjauhi narkoba dan fokus pada pembangunan diri. “Khususnya kepada pemuda Kutai Kartanegara, mari kita raih impian dan cita-cita tanpa menyalahgunakan narkoba,” ucap dia.

Menurutnya, masa depan bangsa ada di tangan para pemuda. Oleh karena itu, mereka harus menjadi agen perubahan yang menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta ikut aktif dalam gerakan pencegahan di lingkungannya masing-masing.

Dia erharap kegiatan seperti yang dilakukan GAMKI Kukar bersama BNN Kaltim ini dapat diperluas ke berbagai lembaga pendidikan dan komunitas pemuda lainnya di Kukar.

Sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi pemuda, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bebas narkoba.

“BNN tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan organisasi seperti GAMKI. Ini langkah nyata untuk membangun kesadaran bersama bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas Risma. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *