SKB di Kukar Bukan Sekadar Pendidikan, Warga Dibekali Keterampilan Hidup dan Wirausaha

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tidak hanya sebagai tempat menuntaskan pendidikan bagi warga putus sekolah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keterampilan hidup (life skill) dan pemberdayaan ekonomi.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa selain menyediakan program Paket A, B, dan C sebagai jalur pendidikan kesetaraan, SKB juga menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan praktis. Langkah ini diambil agar warga yang mengikuti program SKB tidak hanya menamatkan pendidikan, tetapi juga memiliki bekal untuk mandiri.

Read More
banner 300x250

“Di SKB, warga tidak hanya belajar menyelesaikan pendidikan formal. Mereka juga kami latih keterampilan wirausaha maupun keterampilan kerja. Ada yang belajar menjahit, tata boga, hingga kursus cukur rambut. Semua itu difasilitasi agar bisa menjadi modal usaha ke depan,” jelas Pujianto pada Sabtu (16/8/2025).

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kukar. Warga yang sebelumnya hanya berfokus pada ijazah kesetaraan kini bisa langsung mengaplikasikan keterampilan yang didapat untuk membuka usaha kecil atau melamar pekerjaan di sektor formal.

Selain keterampilan wirausaha, SKB juga menyediakan program pelatihan keterampilan kerja berbasis sertifikasi. Program ini ditujukan bagi warga yang ingin masuk ke dunia industri atau perusahaan. “Bagi yang ingin melamar kerja, kami fasilitasi dengan pelatihan bersertifikat agar mereka punya nilai tambah di pasar kerja,” tambah Pujianto.

Ia menegaskan bahwa keberadaan program keterampilan di SKB sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan. Dengan adanya bekal keterampilan, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada lapangan kerja formal yang terbatas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri.

“Ketika pendidikan tuntas dan keterampilan dimiliki, maka akan tercipta masyarakat yang lebih produktif. Inilah salah satu cara pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi warga Kukar,” tegasnya.

Pujianto juga menyebutkan bahwa fasilitas SKB tersebar sesuai kantong-kantong wilayah dengan angka putus sekolah yang tinggi. Hal ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan, agar tidak ada lagi hambatan akses pendidikan maupun pelatihan keterampilan.

“SKB memang kami bangun menyebar. Jadi selain fokus menekan angka tidak tuntas belajar, kami juga ingin pastikan setiap warga punya kesempatan memperoleh keterampilan yang bisa dipakai untuk kehidupannya,” ujarnya.

Dengan konsep SKB yang menyatukan pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan, pemerintah daerah optimistis upaya pengentasan buta aksara pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan.

“Inilah konsen luar biasa dari Pemkab Kukar, karena pendidikan dan ekonomi harus kita garap bersama,” tutup Pujianto.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *