Peran PPL Jadi Kunci Keberhasilan Pertanian di Loa Kulu Kota

Kades Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali
Kades Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, menegaskan bahwa keberadaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memiliki peran besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian di desanya.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah desa, kelompok tani, dan PPL telah membawa dampak nyata terhadap hasil panen dan pemanfaatan lahan pertanian.

Read More
banner 300x250

“Alhamdulillah, PPL cukup aktif membantu kami melihat permasalahan di lapangan. Karena sebagian besar lahan di Desa Loa Kulu Kota ini masih bergantung pada tadah hujan, kehadiran penyuluh sangat membantu dalam mencari solusi, termasuk melalui program dari Pokir DPR RI berupa pembangunan irigasi,” ungkap Rizali pada Minggu (26/10/2025).

Ia menjelaskan, dengan adanya irigasi baru, petani kini bisa panen dua kali dalam setahun dari luasan sekitar 49 hektare.

Selain sektor pertanian, PPL juga turut mendorong diversifikasi pangan dengan membantu petani memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk menanam sayuran seperti sawi, cabai, dan kacang panjang.

“Sekarang kami juga memotivasi pemuda agar mau kembali bertani. Ada dukungan dari Dinas Pertanian berupa pupuk subsidi dan bantuan alat pertanian. Semua itu bisa berjalan karena koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan PPL,” tambah Rizali.

Tak hanya sektor pertanian, Rizali juga menyebut PPL ikut berperan dalam program ketahanan pangan berbasis perikanan.

Desa memberikan bantuan pakan, bibit ikan, dan jaring bagi kelompok nelayan tradisional untuk menjaga ketersediaan bahan pangan lokal. Ia menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian dan perikanan agar nilai jual produk meningkat.

“Harga ikan sekarang turun hingga Rp 24 ribu per kilogram, jadi kita berharap ada strategi dari pemerintah untuk memperkuat hilirisasi melalui koperasi dan dukungan PPL di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan bahwa keberadaan PPL merupakan bagian vital dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, PPL tidak hanya memberi bimbingan teknis, tetapi juga berperan memastikan agar bantuan pemerintah, seperti pupuk dan bibit, benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

“PPL adalah penghubung langsung antara pemerintah dan petani. Mereka yang tahu kondisi di lapangan, jadi setiap rekomendasi dari penyuluh menjadi dasar kebijakan kami,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, Pemkab Kukar terus memperkuat kapasitas para penyuluh melalui pelatihan dan dukungan sarana kerja agar mereka dapat bekerja lebih efektif.

“Kami ingin PPL tetap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di desa, terutama di wilayah seperti Loa Kulu Kota yang punya potensi besar,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *