KUKAR, LINGKARKALTIM: Pengadaan obat-obatan menjadi fokus Dinas Kesehatan pada APBD Perubahan 2026 ini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Muffidah pada Lingkarkaltim, di Pendopo Odah Etam, Jum’at (23/10/2026).
Ia mengatakan, pengadaan obat-obatan ini nantinya diperuntukan ke sejumlah fasilitas kesehatan diantaranya Puskesmas, Posyandu, hingga RSUD di Kukar.
“Pengadaan obat ini berdasarkan dari usulan fasilitas kesehatan (Faskes) tersebut,” katanya.
Adapun obat-obatan yang sering dibutuhkan diantaranya, obat panas, nyeri, batuk pilek dan lainnya.
Ia menjelaskan, pada ABPD Murni 2026 Dinkes Kukar telah mengalokasikan sekitar Rp. 13 milliar untuk pengadaan obat-obatan.
“Tahun ini (2026) anggaran pengadaan obat-obatan mengalami penurunan karena terjadi efisiensi, biasanya lebih dari itu,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan obat-obatan untuk seluruh fasilitas kesehatan di Kukar idealnya sekitar Rp. 20-24 milliar.
Meskipun anggaran obat-obatan mengalami penurunan, pihaknya memastikan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan masih berjalan dengan baik.
“Sejauh ini tidak ada komplain dari fasilitas kesehatan atau puskesmas. Kami juga mengizinkan Puskesmas untuk mengadakan obat-obatan,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Muara Kaman Dewi Setyo Asih menyebutkan, APBD Kukar yang menurun pastinya mempengaruhi terhadap pengadaan obat-obatan.
“Untuk itu, bagaimana kita menyiasati terhadap pengurangan anggaran ini,” sebut Dewi Setyo Asih.
Ia mengungkapkan, untuk pengadaan obat-obatan diluar disdtribusi gudang farmasi Kabupaten maka Puskesmas Muara Kaman juga mengadakan obat-obatan secara mandiri.
“Kita pengadaan mandiri menggunakan dana BLUD,” ungkapnya.
Puskesmas Muara Kaman telah bekerjasama dengan 2 Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Samarinda.
“Obat-obatan yang sulit di dapat dari gudang farmasi daerah yaitu vaksin. Kalau vaksin ini tak ada di luar,” pungkasnya. (Riz)










