Diskoperindag Berau Buka Layanan UMKM di Berau Expo 2026, dari NIB hingga Sertifikasi Halal

Pelaku UMKM Bisa Urus NIB, Sertifikasi Halal Hingga Konsultasi Pembiayaan Di Stan Diskoperindag Berau.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
Pelaku UMKM Bisa Urus NIB, Sertifikasi Halal Hingga Konsultasi Pembiayaan Di Stan Diskoperindag Berau.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melalui stan pelayanan yang dibuka selama pelaksanaan Expo. Sambil menikmati suasana Expo, pengunjung dapat mendatangi stan Diskoperindag untuk mencari informasi mengenai layanan usaha, menanyakan persyaratan, atau berkonsultasi langsung dengan petugas. Ada pula kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis, mulai dari pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran sertifikasi halal, hingga konsultasi mengenai pembiayaan usaha.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan berbagai layanan yang selama ini dikelola Diskoperindag diperkenalkan dan dibuka secara langsung di lokasi pameran.  Diskoperindag menampilkan berbagai pelayanan. “Jadi pelayanan apa saja yang kami lakukan selama ini, itu yang kami tampilkan. Kami juga membuka pelayanan langsung di lokasi,” ujar Eva Kamis (22/10/2026).

Read More
banner 300x250

Beragam layanan disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan tersebut meliputi pengujian tera atau tera ulang untuk alat ukur dan timbangan kecil, pendaftaran sertifikasi halal, pendampingan pembuatan NIB, serta konsultasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Selain itu, masyarakat dapat mencari informasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Melawan Rentenir Layanan tersebut memiliki manfaat yang berbeda sesuai kebutuhan usaha. Pendampingan NIB, misalnya, dapat membantu pelaku usaha memahami proses pengurusan identitas legal usahanya. Sementara itu, konsultasi sertifikasi halal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai proses pendaftaran dan persyaratan yang diperlukan.

Bagi pelaku usaha yang menggunakan alat ukur atau timbangan dalam kegiatan perdagangan, layanan tera dan tera ulang juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Melalui pelayanan langsung ini, masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai prosedur yang harus ditempuh. Untuk layanan yang membutuhkan proses lanjutan, pengunjung dapat menanyakan persyaratan dan tahapan penyelesaiannya kepada petugas.

Eva mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan stan pelayanan tersebut selama Berau Expo berlangsung. “Dengan demikian masyarakat bisa datang sekalian rekreasi dan menikmati hiburan, sekaligus langsung mendapatkan pelayanan dari kami,” tambahnya.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan pameran tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperoleh informasi yang berguna bagi kegiatan usaha. Selain pelayanan publik, perhatian Diskoperindag juga tertuju pada pengenalan produk kerajinan lokal. Berbagai hasil karya perajin binaan, termasuk tenun khas daerah dan kerajinan anyaman rotan, ditempatkan di stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Produk-produk tersebut dijadwalkan tampil secara bergantian selama sepuluh hari pelaksanaan Berau Expo 2026. Kehadiran kerajinan lokal memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal hasil karya perajin daerah di tengah beragam produk yang dipamerkan. Di sisi lain, pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk kerajinan kepada masyarakat yang datang ke Expo.

Namun, konsep pameran yang disiapkan sebelumnya mengalami penyesuaian. Eva menjelaskan, pihaknya semula merencanakan demonstrasi pembuatan produk secara langsung oleh pelaku UMKM.

Rencana tersebut kemudian disesuaikan dengan ketentuan panitia penyelenggara mengenai penataan stan, termasuk pembatasan penggunaan api dan aktivitas sejenis di area pameran. Akibat ketentuan itu, demonstrasi pembuatan produk tidak dapat dilaksanakan sesuai konsep awal. Meski demikian, produk kerajinan lokal tetap ditampilkan melalui stan Dekranasda selama kegiatan berlangsung.

Keikutsertaan Diskoperindag dalam Berau Expo 2026 menghadirkan dua fokus, yakni pelayanan kepada masyarakat dan pengenalan produk kerajinan daerah. Bagi pelaku UMKM, stan pelayanan dapat menjadi tempat untuk mencari informasi mengenai legalitas, sertifikasi halal, alat ukur perdagangan, serta pembiayaan usaha. Sementara itu, stan Dekranasda memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dihasilkan perajin lokal.

Masyarakat yang membutuhkan layanan tertentu dapat mendatangi stan Diskoperindag dan berkonsultasi langsung mengenai prosedur serta persyaratan yang berlaku. Diskoperindag Berau mengimbau pengunjung memanfaatkan layanan yang tersedia selama Expo. Dengan begitu, kunjungan ke pameran tidak hanya menjadi kesempatan menikmati hiburan, tetapi juga sarana memperoleh informasi dan pelayanan yang dapat menunjang kegiatan usaha.

Melalui pelayanan langsung dan pameran kerajinan tersebut, Diskoperindag turut mengambil bagian dalam memperkenalkan layanan pemerintah sekaligus potensi produk lokal kepada masyarakat yang hadir di Berau Expo 2026. (Riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *