DLHK Kukar Dorong Seluruh RT Atasi Persoalan Sampah

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tri Joko Kuncoro, Kamis (15/10/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tri Joko Kuncoro, Kamis (15/10/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar mendorong seluruh pengurus Rukun Tetangga (RT) bisa mengatasi persoalan sampah di lingkungannya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tri Joko Kuncoro pada Lingkarkaltim, di Sekretariat LPTQ Kukar, Kamis (15/10/2026).

Read More
banner 300x250

Ia mengatakan, penanganan persampahan harus dilakukan mulai tingkat RT. Pengurus RT bisa memanfaatkan program RT Ku Terbaik, untuk penanganan persamapahn di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap, dengan anggaran RT Ku Terbaik seluruh RT dapat mengolah sampahnya,” katanya.

Pihaknya mengaku, dalam penanganan sampah setiap Kelurahan/Desa memiliki 1 TPS yang besar. Tapi sejauh ini belum ada, karena memerlukan anggaran yang cukup banyak.

“Seharusnya 1 Kelurahan memiliki 1 TPS,” jelasnya.

Selain itu, yang menjadi alasan utama dalam penempatan TPS ini ialah sebagian warga menolak adanya TPS di lingkungan sekitar mereka, yang dikarenakan dapat menimbulkan aroma tak sedap.

“Warga ini ingin membuang sampah di tempatnya. Tapi tidak mau di sekitar rumahnya disediakan tempat sampah,” ucapnya.

Hal ini menjadi tantangan pemerintah daerah, dalam menangani persoalan sampah di tengah masyarakat.

Dirinya berharap, masyarakat dapat memilah sampahnya dari rumah, terlebih yang masih memiliki nilai ekonomis. Sehingga sampah yang dibuang itu, betul-betul yang tak bisa dimanfaatkan.

Sementara itu warga Tenggarong Rini Astuti menyebutkan, masih sering ditemukan sejumlah bak sampah yang menimbulkan aroma tak sedap bahkan sampahnya tidak dimasukan ke dalam baknya.

“Ini menjadi perhatian kita semua, jika sampah itu dibuang ke baknya pastinya tak menimbulkan aroma tak sedap hingga ke jalan,” sebut Rini Astuti.

Ia berharap, peran pemerintah daerah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, agar bisa mengatasi persoalan sampah. (riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *