KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Delta, Jalan Kartini Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam. Sejumlah bangunan warga hingga gedung SDN 021 Tenggarong dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Api yang berkobar menjelang tengah malam itu berdampak pada dua rukun tetangga (RT), yakni RT 61 dan RT 26. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar delapan bangunan terdampak di RT 61. Sementara di RT 26, satu rumah terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya terkena imbas kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.45 WITA.
Petugas langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia di wilayah Tenggarong. Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit, meski petugas harus menghadapi kondisi permukiman padat dengan akses jalan yang sempit.
Fida menegaskan, kesiapsiagaan personel dan armada menjadi hal penting mengingat kebakaran permukiman dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kebakaran permukiman itu tidak pernah berhenti menjadi ancaman. Karena itu, kita harus selalu siap, memastikan teman-teman siap bertugas dan unit tidak ada yang rusak,” ujarnya.
Menurutnya, tujuh unit pemadam yang tersedia di Tenggarong dimaksimalkan untuk menangani kebakaran tersebut. Sementara sejumlah armada lainnya sedang menjalankan tugas di wilayah berbeda.
Meski kondisi permukiman menyulitkan pergerakan petugas, upaya pemadaman tetap dilakukan secara maksimal selama sumber air tersedia dan penanganan dapat berlangsung dengan aman.
“Kalau sumber air ada, kita mau masuk ke mana saja, saya tidak peduli. Saya akan berjuang mati-matian untuk melakukan pemadaman,” tegasnya.
Fida menyebutkan, jumlah bangunan yang terdampak masih harus dipastikan melalui pendataan langsung di lapangan. Ia juga meminta petugas menelusuri informasi mengenai kemungkinan adanya warga yang menjadi korban agar tidak terjadi simpang siur informasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, membenarkan kebakaran berdampak pada dua RT. Berdasarkan laporan sementara pihak kecamatan, dampak terbanyak berada di RT 61 dengan perkiraan delapan bangunan.
“Untuk sementara, ada dua RT yang terdampak, yakni RT 61 dan RT 26. Dampak terbanyak berada di RT 61, dengan perkiraan sekitar delapan bangunan. Namun, kami masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan dan warga yang terdampak,” ungkapnya.
Selain rumah warga, gedung SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta juga dilaporkan terdampak. Pihak kecamatan masih berkoordinasi dengan ketua RT dan instansi terkait untuk memastikan jumlah bangunan, kepala keluarga, serta warga yang terkena musibah.
Isnaniah mengatakan, informasi mengenai kemungkinan adanya korban masih belum dapat dipastikan. Beredar kabar seorang anak laki-laki diduga mengalami luka bakar. Namun, pihak kecamatan belum memperoleh informasi terverifikasi mengenai kondisi anak tersebut.
Selain itu, terdapat informasi mengenai seorang pria berusia sekitar 40 tahun yang diduga berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi. Pria tersebut disebut memiliki riwayat stroke. Meski demikian, keberadaan dan kondisi terakhirnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Kami tidak ingin menyampaikan informasi yang keliru karena belum mengetahui secara jelas apakah orang tersebut memang mengalami luka bakar atau dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatan lainnya,” katanya.
Pihak kecamatan telah meminta ketua RT memastikan kondisi seluruh warga, termasuk menelusuri kemungkinan adanya warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Untuk penanganan pascakebakaran, pemerintah kecamatan memprioritaskan pendataan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara. Warga yang memiliki keluarga akan diarahkan untuk tinggal bersama keluarga masing-masing. Sementara warga yang tidak memiliki tempat tinggal sementara akan dicarikan tempat penampungan, dengan rencana posko bantuan disiapkan di balai.
Posko tersebut diharapkan dapat memudahkan pendataan sekaligus penyaluran bantuan sesuai kebutuhan warga. Pihak kecamatan juga akan terus berkoordinasi dengan ketua RT dan instansi terkait agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Adapun penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Isnaniah menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber api sebelum tim identifikasi (Inafis) melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Kami tidak bisa menyimpulkan sumber api sebelum tim Inafis datang dan melakukan pemeriksaan. Penyebab kebakaran harus menunggu hasil pemeriksaan pihak yang berwenang,” tuturnya. (Ahk)










