Kabut Asap, SD Muhammadiyah 1 Tenggarong  Kurangi Jam Tatap Muka

Kepala SD Muhammadiyah 1 Tenggarong, Suprianto. (Foto: Far/Lingkarkaltim)
Kepala SD Muhammadiyah 1 Tenggarong, Suprianto. (Foto: Far/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya di wilayah Tenggarong. Menyikapi kondisi tersebut, Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Tenggarong yang beralamatkan di Jalan Danau Aji,  menjalankan pembelajaran tatap muka dengan mengurangi jam pelajaran.

Kabut asap dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) terparah pada bulan September, akibat minimnya curah hujan dan terjadi dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disejumlah daerah.

Read More
banner 300x250

Kepala SD Muhammadiyah 1 Tenggarong, Suprianto mengambil kebijakan sesuai surat edaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dengan nomor surat B-53/DINKES/100.3.4/09/2026. Sekolah memilih mengurangi jam pembelajaran dibandingkan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dikeluhkan orang tua murid.

“Kami lebih memilih pembelajaran tatap muka tapi dengan mengurangi jam pelajarannya, sehinga anak-anak walaupun tidak full di sekolah tetap mendapatkan pembelajaran secara langsung,” ujarnya pada Lingkarkaltim, diruang kerjanya, Senin (05/10/2026).

Suprianto menyangkal perihal PJJ justru terkesan kurang efektif, dari penilaian beberapa pekan terakhir sempat menerapkan PJJ. Pihak orang tua turut menangkis mengenai PJJ yang dirasa krusial bagi wali murid yang  memiliki kesibukan dan tidak dapat mendampingi.

Pihak sekolah diberi kewenangan untuk memilih opsi dalam melakukan PJJ atau mengurangi jam dalam pembelajaran. Karena nilai ISPU pada hari Senin (05/10/2026), ini masih memungkinkan sekolah dalam melakukan pembelajaran tatap muka dengan mengurangi jam pembelajaran.

”Kami pun selalu mengimbau anak murid untuk memakai masker dari rumah menuju sekolah dan kami bebaskan penggunaan maskernya saat di dalam ruangan kelas,” imbuhnya.

“Kami beberapa pekan mengamati PJJ, anak-anak asyik keluar bermain sepeda, akhirnya kita mengambil kebijakan sesuai edaran tetap tatap muka tapi mengurangi jam pelajarannya” tegasnya.

Pihak sekolah akan terus memantau kualitas udara dengan harapan hujan segera turun agar sistem pembelajaran berjalan normal kembali.

“Kami berharap hujan segera turun dan bisa melakukan pembelajaran secara normal kembali, semoga tidak ada lagi kebakaran hutan di Kabupaten Kukar,” tutupnya.(ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *