Kukar Kembangkan Tumbuhan Kratom sebagai Komoditas Unggulan Ekspor

Pohon keratom yang tumbuh lebat. (Istimewa)
Pohon keratom yang tumbuh lebat. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai serius mengembangkan tanaman kratom sebagai komoditas unggulan daerah yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menyebut bahwa kratom kini telah menjadi tanaman endemik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan layak dijadikan andalan baru bagi masyarakat.

Read More
banner 300x250

“Kratom hari ini di Kutai Kartanegara sudah menjadi tanaman yang bisa kita unggulkan, apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang harus efisien,” ucap dia, Rabu (1/4/2026).

Ia mengungkapkan, produksi kratom di Kukar mencapai 200 hingga 300 ton per bulan. Komoditas tersebut dihasilkan oleh lebih dari 12 ribu petani yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Mayoritas petani berada di Kota Bangun hingga Tabang, serta sebagian di Loa Kulu dan Tenggarong Seberang,” ujar Rendi.

Dia mengatakan bahwa nilai ekonomi kratom meningkat signifikan jika diolah menjadi ekstrak.

Di pasar internasional, harga ekstrak kratom disebut bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 dolar AS per kilogram.

“Kalau sudah jadi ekstrak, nilainya sangat tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” katanya.

Dengan potensi produksi tersebut, kratom mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga ratusan miliar rupiah per tahun apabila dikelola secara optimal.

Selain itu, Kukar juga memiliki keunggulan dibanding daerah lain karena telah memiliki fasilitas pengolahan kratom menjadi ekstrak, khususnya di wilayah Tenggarong Seberang.

“Ini jadi keunggulan kita karena sudah punya pabrik pengolahan, tidak semua daerah punya,” ungkap dia.

Secara nasional, ia mengungkapkan bahwa Kukar menjadi salah satu daerah penghasil kratom terbesar di Indonesia, menempati posisi kedua setelah Kalimantan Barat.

Permintaan pasar global terhadap kratom juga terus meningkat. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Thailand, hingga Ceko menjadi pasar potensial bagi komoditas ini.

Produk turunan kratom diketahui digunakan dalam berbagai industri, mulai dari kosmetik, farmasi, hingga bahan campuran minuman energi.

Dengan potensi tersebut, Pemkab Kukar berkomitmen mendorong pengembangan kratom sebagai komoditas unggulan ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Ini peluang yang harus kita tangkap bersama agar kratom bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kutai Kartanegara,” pungkas Rendi. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *