Pemkab Kukar Prioritaskan Perbaikan Jalan Rawan Banjir di Sekitar Kantor Bupati

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin bersama Kepala Dinas PU Wiyono di lokasi yang akan diperbaiki. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin bersama Kepala Dinas PU Wiyono di lokasi yang akan diperbaiki. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar memprioritaskan perbaikan sejumlah titik jalan yang kerap menjadi langganan genangan air, khususnya di kawasan sekitar kantor bupati.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menyebut persoalan genangan air di kawasan tersebut merupakan masalah yang berulang setiap tahun dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Read More
banner 300x250

“Siang hari ini kita meninjau jalan yang selalu jadi permasalahan di depan kantor bupati. Ini terulang terus setiap tahun,” kata dia saat meninjau lapangan, Senin (30/3/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Dinas PU Kukar, proyek perbaikan sebenarnya telah siap untuk dikerjakan.

“Mudah-mudahan tadi sudah dinyatakan oleh Kepala Dinas PU bahwa ini siap dikerjakan, tinggal menunggu DPA. Insya Allah kita percepat,” kata Rendi.

Selain di depan kantor bupati, terdapat beberapa titik lain yang juga menjadi prioritas perbaikan, di antaranya kawasan lampu merah depan Dispenda serta di bundaran bawah Jembatan Kutai Kartanegara.

“Semua titik yang menjadi krusial akan kita perbaiki secepatnya,” tegasnya.

Rendi mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami efisiensi, sehingga pemerintah harus memprioritaskan penanganan pada titik-titik yang paling mendesak terlebih dahulu.

“Karena kita efisiensi, yang mendesak saja dulu. Keinginan kita memang banyak, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa penanganan di lokasi tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Ini penganggarannya agak besar, sekitar Rp4 miliar untuk titik ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perbaikan tidak hanya sebatas penutupan permukaan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan sistem drainase yang terintegrasi hingga ke aliran sungai.

“Kalau cuma ditutup saja mungkin cukup Rp100–200 juta, tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Ini jalur air, jadi harus dibuatkan drainase sampai ke sungai,” jelas dia.

Ia menjelaskan bahwa rencana perbaikan juga mencakup pelebaran jalur serta pembuatan saluran pembuangan air untuk mengantisipasi rembesan air dari area yang lebih tinggi.

Dengan langkah tersebut, dia berharap persoalan genangan air yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat teratasi secara permanen, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan pusat pemerintahan daerah. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *