KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pengoperasian kawasan pusat kuliner dan UMKM di Kecamatan Tenggarong yang dikenal dengan sebutan Puja Sera.
Kawasan tersebut direncanakan akan mulai beroperasi pada April 2026, bakal menjadi wadah baru bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usahanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan UKM, Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin menerangkan bahwa pembangunan fisik kawasan Puja Sera telah rampung sejak 2025.
Tahun ini, fokus pemerintah daerah beralih pada tahap pengisian tenan serta penataan konsep pemanfaatan kawasan.
“Tahun 2026 ini kita mulai memfungsikannya untuk kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pengisian tenan UMKM,” ucap dia, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, Puja Sera tidak hanya difungsikan sebagai pusat kuliner, tetapi juga diarahkan menjadi galeri UMKM Kutai Kartanegara.
Selama ini, produk khas daerah dinilai belum memiliki ruang representatif yang terpusat untuk dipamerkan kepada masyarakat maupun wisatawan.
“Kita ingin Puja Sera ini menjadi etalase UMKM Kukar. Berbagai produk khas daerah bisa ditampilkan di satu tempat, dan pelaku usahanya dipastikan berasal dari Kukar,” jelas Fathul.
Diskop UKM Kukar, lanjut dia, saat ini tengah menyiapkan mekanisme pendaftaran bagi UMKM yang berminat menempati tenan.
Pendaftaran tersebut akan dibuka secara terbuka agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama.
“Dalam waktu dekat akan kami umumkan pendaftarannya. Semua UMKM boleh mendaftar, tanpa terkecuali,” ungkapnya.
Meski terbuka untuk umum, sambung Fathul, proses seleksi tetap akan dilakukan melalui tahapan kurasi. Penilaian mencakup kualitas produk, legalitas usaha, rekam jejak atau portofolio, serta kemampuan pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial.
“Kurasi ini penting supaya UMKM yang masuk benar-benar siap dan produknya berkualitas,” terang dia.
Pada tahap awal, Puja Sera akan beroperasi dengan 50 tenan yang tersedia, akan dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari makanan, minuman, hingga produk kerajinan dan oleh-oleh khas Kukar.
“Total ada 50 tenan yang akan kita fungsikan. Pembagiannya nanti disesuaikan dengan jenis produk UMKM,” pungkas Fathul. (ASR)










