Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Alami Kelebihan Kapasitas

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti. (LingkarKaltim/M. As'ari)
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti. (LingkarKaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi kelebihan kapasitas atau overcrowding masih menjadi persoalan utama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong.

Dengan daya tampung ideal hanya 285 orang, lapas ini kini dihuni oleh 371 warga binaan perempuan.

Read More
banner 300x250

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti menyebutkan bahwa jika seluruh narapidana perempuan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) dikumpulkan di Tenggarong, jumlahnya bisa mencapai sekitar 900 orang.

“Per hari ini ada 371 penghuni. Tapi kalau seluruhnya dikumpulkan ke sini, jumlahnya bisa mencapai 900 orang. Karena kapasitas kami hanya 285, tentu sudah jauh melebihi daya tampung,” ungkap dia saat ditemui di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Sabtu (8/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa Lapas Perempuan Tenggarong saat ini memiliki sembilan kamar hunian.

Setiap kamar idealnya hanya diisi maksimal 20 orang. Namun, akibat keterbatasan ruang, jumlah penghuni per kamar kini mencapai 40 hingga 41 orang.

“Idealnya satu kamar 20 orang sudah maksimal, tapi karena over kapasitas, kami terpaksa menambah tempat tidur bertingkat. Jadi bukan ruangnya yang bertambah, melainkan ranjangnya,” kata Riva.

Kamar-kamar di lapas tersebut rata-rata memiliki ukuran 2,5 x 5 meter, yang berarti ruang gerak bagi para warga binaan sangat terbatas.

Meski begitu, pihak lapas tetap berupaya menjaga kebersihan, ketertiban, serta menjalankan berbagai program pembinaan agar suasana tetap kondusif.

Dia mengungkapkan, pembangunan blok baru Lapas Perempuan Tenggarong sebenarnya sudah mulai dikerjakan pada tahun sebelumnya. Namun, proyek tersebut terhenti pada tahun ini karena alasan efisiensi anggaran.

Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah kabupaten dan provinsi dapat kembali melanjutkan pembangunan pada tahun 2026 mendatang.

“Kami sangat berharap dukungan dari Pemkab Kutai Kartanegara dan Pemprov Kaltim agar pembangunan bisa dilanjutkan tahun depan. Karena tahun ini memang sempat terhenti. Padahal dari BPK juga menyampaikan, pembangunan tidak boleh berhenti sampai di situ,” jelasnya.

Riva menegaskan bahwa kelanjutan pembangunan tersebut merupakan prioritas utama, mengingat kondisi hunian yang saat ini sudah tidak lagi ideal.

Dengan selesainya pembangunan, lapas diharapkan bisa menampung hingga 700 warga binaan perempuan, dengan total 10 kamar besar, masing-masing berkapasitas sekitar 70 orang.

“Kalau pembangunan selesai, kapasitasnya nanti bisa sampai 700 warga binaan. Tapi saat ini yang baru selesai hanya rangka bangunan dan tembok keliling. Blok hunian belum rampung,” ungkap dia

Untuk mendukung kelanjutan pembangunan tersebut, pihak Lapas Perempuan Tenggarong telah mengajukan anggaran sebesar Rp19 miliar yang disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kukar.

“Kami hanya mengajukan kebutuhan, sementara seluruh proses teknis seperti lelang dan pelaksanaan ada di Pemkab,” pungkas Riva. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *