KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkarakter terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar dalam mengembangkan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa kemitraan antara Disdikbud dan PMI bukan hanya sebatas kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun sekolah ramah anak serta mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
“PMR tidak sekadar mengajarkan siswa menolong sesama, tetapi juga menanamkan empati dan rasa tanggung jawab sosial. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah,” ujar Pujianto, Selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan, melalui berbagai kegiatan seperti Youth Red Cross Competition (YRCC) 2025 dan pelatihan dasar PMR, siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan sosial, solidaritas, serta kepemimpinan. Disdikbud Kukar melihat program ini sebagai bagian penting dari pembelajaran di luar kelas yang mampu membentuk karakter positif.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi PMI Kukar. Kegiatan seperti YRCC ini bukan hanya lomba, tetapi juga pendidikan moral dan kemanusiaan yang menumbuhkan karakter peduli,” jelasnya.
Pujianto menuturkan, kolaborasi antara Disdikbud dan PMI sudah terjalin sejak tahun lalu melalui pembinaan PMR di tingkat sekolah. Program tersebut kini semakin berkembang dan mendapat sambutan baik dari berbagai satuan pendidikan di Kukar.
“Alhamdulillah, semakin banyak sekolah di Kukar yang memiliki PMR aktif. Mereka tidak hanya berpartisipasi di sekolah, tapi juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemanusiaan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan PMR memiliki dampak besar terhadap upaya Disdikbud dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif. Dengan dukungan PMI, siswa dibekali pemahaman tentang tolong-menolong, tanggap bencana, serta pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di sekolah.
“Anak-anak belajar bahwa kepedulian dan solidaritas adalah bagian dari karakter bangsa. Ini penting untuk menumbuhkan generasi muda yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi,” katanya.
Disdikbud Kukar juga mengimbau seluruh satuan pendidikan agar memperkuat kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, seperti PMR dan Pramuka. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi fondasi penting untuk mewujudkan sekolah bebas kekerasan dan membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.
Melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemanusiaan seperti PMI, Disdikbud Kukar berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan. (WAN/ADV)










