Penjualan Mitsubishi Fuso Meroket, Dominasi Pasar Truk Nasional Makin Sulit Digoyang

Pengunjung melihat produk di booth Mitsubishi Fuso dalam pameran GIICOMVEC 2026 di JIExpo, Jakarta, Rabu (08/04/2026).
Pengunjung melihat produk di booth Mitsubishi Fuso dalam pameran GIICOMVEC 2026 di JIExpo, Jakarta, Rabu (08/04/2026).
banner 468x60

JAKARTA, LINGKARKALTIM: Mitsubishi Fuso kembali menunjukkan dominasinya di pasar kendaraan niaga Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, merek truk yang dipasarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) itu mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan, baik dari sisi distribusi ke dealer (wholesales) maupun penjualan langsung kepada konsumen (ritel).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Mitsubishi Fuso selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 17.535 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 6.093 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Read More
banner 300x250

Tak hanya itu, performa di pasar ritel juga mengalami pertumbuhan yang lebih impresif. Selama enam bulan pertama tahun ini, Mitsubishi Fuso berhasil membukukan 17.974 unit penjualan kepada konsumen, naik sekitar 6.532 unit dibandingkan semester pertama 2025 yang tercatat sebanyak 11.442 unit.

Momentum positif juga terlihat sepanjang Juni 2026. Pada bulan tersebut, Mitsubishi Fuso mencatatkan penjualan ritel sebanyak 4.071 unit.

Capaian ini meningkat sekitar 1.815 unit atau jauh lebih tinggi dibandingkan Juni tahun lalu yang hanya mencapai 2.256 unit.

Kinerja tersebut semakin memperkuat posisi Mitsubishi Fuso sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga di Indonesia, khususnya pada segmen truk ringan dan truk medium.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menilai salah satu faktor yang mendongkrak penjualan Mitsubishi Fuso berasal dari proyek pengadaan kendaraan logistik untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Melalui PT Agrinas Pangan Nusantara, Mitsubishi Fuso dipercaya memasok sekitar 20.600 unit truk yang akan digunakan sebagai armada distribusi logistik. Proses pengiriman kendaraan tersebut dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

Meski demikian, Kukuh menegaskan bahwa proyek pemerintah bukan satu-satunya penopang tingginya permintaan kendaraan niaga.

Menurut Kukuh, kebutuhan armada angkutan masih tetap tinggi karena aktivitas sektor logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.

Industri makanan dan minuman, produk manufaktur, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga jasa ekspedisi masih membutuhkan kendaraan angkut dalam jumlah besar untuk mendukung rantai pasok.

“Selama konsumsi masyarakat tetap berjalan, kebutuhan kendaraan niaga ringan maupun medium juga akan terus tumbuh. Aktivitas distribusi barang membutuhkan armada yang andal, dan Mitsubishi Fuso memiliki lini produk yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Gaikindo menilai prospek kendaraan niaga hingga akhir 2026 masih cukup menjanjikan. Selama aktivitas ekonomi nasional terus bergerak dan konsumsi rumah tangga tetap terjaga, permintaan terhadap truk diperkirakan akan tetap stabil.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi Mitsubishi Fuso untuk mempertahankan dominasinya di pasar kendaraan komersial Indonesia, terutama melalui lini truk ringan (light duty truck) dan truk medium (medium duty truck) yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi barang di berbagai sektor usaha.

Pertumbuhan penjualan yang konsisten pada semester pertama 2026 menjadi sinyal bahwa kebutuhan armada logistik nasional masih terus meningkat, baik untuk mendukung proyek pemerintah maupun aktivitas bisnis swasta yang semakin berkembang.

 

(Sumber : jawapos.com)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *