Ratusan Mahasiswa Unikarta Dapat Beasiswa Gratispol dari Pemprov Kaltim

Perwakilan Unikarta yang menerima secara simbolis program beasiswa Gratispol. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Perwakilan Unikarta yang menerima secara simbolis program beasiswa Gratispol. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program beasiswa Gratispol dari Pemprov Kaltim mulai dirasakan manfaatnya oleh ratusan mahasiswa di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Bantuan pendidikan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Read More
banner 300x250

Kepala Bagian Kemahasiswaan Unikarta, Budi Yusuf menyampaikan bahwa program Gratispol telah berjalan dan menjangkau dua kelompok mahasiswa, yakni angkatan baru tahun akademik 2025–2026 serta mahasiswa angkatan 2024–2025 yang baru menerima manfaat pada semester ini.

“Alhamdulillah program Gratispol sudah berjalan. Penerimanya ada dua angkatan, mahasiswa baru 2025 dan mahasiswa ongoing 2024 yang baru semester ini menerima,” ujar dia, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, jumlah penerima dari angkatan 2024–2025 tercatat sekitar 124 mahasiswa, sementara dari angkatan 2025–2026 mencapai kurang lebih 400 mahasiswa.

Dengan demikian, total ratusan mahasiswa di Unikarta kini telah masuk dalam skema pembiayaan pendidikan dari Pemprov Kaltim.

Dari sisi pendanaan, dia mengungkapkan bahwa dana beasiswa telah disalurkan melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebelum bulan Ramadan, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Informasinya sebelum puasa dana sudah dikirim ke Unikarta sekitar Rp3 miliaran, dan rencananya penggantian biaya akan dilakukan setelah hari raya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bagi mahasiswa yang telah membayar biaya kuliah pada semester berjalan, pihak kampus akan melakukan pengembalian dana.

Mekanisme pengembalian akan diatur oleh bagian keuangan kampus, baik melalui transfer maupun pengambilan langsung.

Program Gratispol sendiri mencakup seluruh program studi di Unikarta, baik jenjang sarjana maupun magister.

Namun, penerima beasiswa dibatasi hanya untuk mahasiswa kelas reguler, sesuai ketentuan dalam Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2025.

Dalam pelaksanaannya, beasiswa diberikan maksimal hingga delapan semester dengan sistem evaluasi setiap semester.

Mahasiswa diwajibkan melaporkan status keaktifan kuliah agar bantuan dapat terus berlanjut.

“Setiap semester mahasiswa harus lapor diri. Kalau masih aktif, SK-nya diperpanjang dan biaya kuliah berikutnya otomatis ditanggung,” ungkapnya.

Untuk besaran bantuan, biaya pendidikan jenjang sarjana berkisar hingga Rp3,1 juta per semester, sedangkan program magister dapat mencapai sekitar Rp9 juta, tergantung jumlah SKS dan biaya registrasi.

Budi berharap program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Ini kesempatan bagus karena biaya pendidikan dijamin pemerintah. Harapannya mahasiswa bisa kuliah dengan baik sampai lulus, dan bagi yang belum mendaftar segera daftar di web Gratispol,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *