Pedagang Ketupat Mulai Ramai Jelang Tradisi Kupatan di Tenggarong

Ketupat yang dibuat salah satu pedagang di Jalan Maduningrat. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Ketupat yang dibuat salah satu pedagang di Jalan Maduningrat. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Menjelang tradisi Lebaran Kupatan yang jatuh pada 8 Syawal, aktivitas pedagang ketupat mulai marak di sejumlah titik di Tenggarong.

Salah satu lokasi yang terlihat ramai adalah di sepanjang Jalan Maduningrat. Para pedagang mulai menawarkan ketupat dan lepet kepada masyarakat.

Read More
banner 300x250

Tradisi Kupatan sendiri menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim setelah merayakan Idulfitri, yang identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Salah satu pedagang, Toha mengaku rutin berjualan setiap tahun usai Lebaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan tradisi tersebut.

Ia menjelaskan, ketupat yang dijual dibanderol Rp10 ribu per ikat dengan isi 10 buah.

Selain ketupat, dia juga menyediakan lepet, makanan berbahan beras ketan yang dibungkus daun kelapa dengan bentuk lebih panjang.

Toha mulai berjualan sejak pukul 06.00 Wita dan akan terus melayani pembeli hingga dagangannya habis.

Ia menyebut, aktivitas berjualan biasanya sudah dimulai sejak bulan Ramadan dan berlanjut hingga beberapa hari setelah Lebaran.

“Biasanya jualan sampai hari kedua atau ketiga setelah Lebaran, tergantung kondisi,” kata dia, Kamis (26/3/2026).

Namun, untuk tahun ini, ia mengungkapkan bahwa hari tersebut merupakan hari pertama kembali berjualan pasca Lebaran, sehingga belum dapat memastikan tingkat penjualan yang diperoleh.

“Kalau penjualan tidak menentu, kadang ramai, kadang sepi. Hari ini baru mulai lagi, jadi belum tahu hasilnya,” ungkap Toha.

Meski demikian, dia berencana tetap berjualan hingga beberapa hari ke depan selama bulan Syawal, terutama menjelang puncak perayaan Kupatan.

Tradisi Kupatan biasanya dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Syawal, setelah umat Muslim menjalankan puasa sunnah selama enam hari.

Ketupat menjadi simbol utama yang disajikan bersama berbagai hidangan khas dalam perayaan tersebut.

Dengan mulai bermunculannya pedagang ketupat di berbagai sudut kota, suasana menyambut Lebaran Ketupat di Tenggarong pun kian terasa.

Selain menjaga tradisi budaya, momen ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *