KUKAR, LINGKARKALTIM: Riuh langkah pengunjung memenuhi setiap sudut Museum Mulawarman Tenggarong.
Di hari ketiga cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, museum yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji itu dipadati warga dari berbagai daerah yang ingin mengisi libur Lebaran dengan wisata sejarah.
Pengelola Museum Mulawarman, Asran menyebut lonjakan kunjungan terjadi signifikan dibanding hari biasa.
Ia mengungkapkan, tren peningkatan sudah terlihat sejak hari kedua Lebaran.
“Sampai hari ini masih cukup tinggi,” ungkap dia, Selasa (24/3/2026).
Ia mengungkapkan, pada hari normal jumlah pengunjung berkisar 100 hingga 150 orang per hari.
Namun saat libur lebaran, angka tersebut melonjak hingga sekitar 500 orang per hari.
“Bahkan diperkirakan bisa mendekati seribuan pengunjung,” ujar Asran.
Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Kukar atau Kaltim, tetapi juga dari luar pulau, bahkan mancanegara.
“Dari luar Kalimantan cukup banyak, dan ada juga satu dua pengunjung dari luar negeri,” sebutnya.
Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk mengenal sejarah daerah, khususnya peradaban Kerajaan Kutai yang menjadi bagian penting identitas Kaltim.
Salah satu pengunjung Musium Mulawarman, Edi, datang bersama keluarganya dari Balikpapan.
Ia sengaja mengajak cucu-cucunya berkunjung untuk mengenalkan sejarah daerah sejak dini.
“Saya memang khusus ke sini, ingin memperkenalkan kepada cucu-cucu bahwa kita di Kalimantan Timur juga punya sejarah kerajaan yang harus diketahui,” beber dia.
Ia mengaku bukan kali pertama mengunjungi Museum Mulawarman. Namun, kunjungan kali ini terasa berbeda karena membawa generasi penerus untuk belajar langsung dari peninggalan sejarah.
“Dulu saya pernah ke sini, mungkin sekitar lima tahun lalu. Sekarang saya datang lagi karena sudah punya cucu, jadi saya ajak mereka supaya tahu sejarah kita,” ucap Edi.
Dia mengapresiasi kondisi museum yang terawat dengan baik, sehingga nyaman dikunjungi sebagai sarana edukasi keluarga.
“Menurut saya tempatnya bagus, bersih, dan terawat,” imbuhnya.
Edi mengatakan bahwa belajar sejarah sangatlah bagus bagi generasi-generasi penerus.
“Ini penting supaya anak-anak kita tidak lupa sejarah dan tetap menghormati para pendahulu,” pungkas dia. (ASR)










